ETIKA PROFESI AKUNTANSI


ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Contoh :
Etika Pribadi. Misalnya seorang yang berhasil dibidang wirausahawan  dan menjadi seseorang yang kaya raya (jutawan). Ia disibukkan dengan usahanya sehingga ia lupa akan diri pribadinya sebagai hamba Tuhan. Ia mempergunakan untuk keperluan-keperluan hal-hal yang tidak terpuji dimata masyarakat (suka mengganggu kebahagiaan keluarga orang lain). Dari segi usaha ia memang berhasil mengembangkan usahanya sehingga ia menjadi jutawan, tetapi ia tidak berhasil dalam mengembangkan etika pribadinya.
Etika Sosial. Misalnya seorang pejabat pemerintah (Negara) dipercaya untuk mengelola uang negara. Uang milik Negara berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Pejabat tersebut ternyata melakukan penggelapan uang Negara utnuk kepentingan pribadinya, dan tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang dipakainya itu kepada pemerintah. Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika social.
Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika ini dilanggar timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Etika Profesi Akuntansi adalah suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan. Menurut Billy, Perkembangan Profesi Akuntan terbagi menjadi empat fase yaitu :
1.    Pra Revolusi Industri
2.    Masa Revolusi Industri tahun 1900
3.    Tahun 1900 – 1930
4.    Tahun 1930 – sekarang

Contoh Kasus :

Kasus Mulyana W Kusuma

Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPUdiduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitandengan pengadaan logistic pemilu. Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara,surat suara, amplop suara, tinta, dan teknologi informasi.
Setelahdilakukanpemeriksaan, badan dan BPK meminta dilakukan penyempurnaan laporan. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan, BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripadasebelumnya, kecuali untuk teknologi informasi. Untuk itu, maka disepakati bahwa laporanakan diperiksa kembali satu bulan setelahnya.Setelah lewat satu bulan, ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberianwaktu tambahan. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma.
Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK,yakni Salman Khairiansyah. Dalam penangkapan tersebut, tim intelijen KPK bekerja samadengan auditor BPK. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPKmemerangkap upaya penyuapan oleh saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekamgambar pada dua kali pertemuan mereka.
Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu pihak berpendapatbahwaauditoryang bersangkutan, yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini, sedangkan pihak lain berpendapat bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena haltersebut telah melanggar kode etik akuntan.

Komentar:
Dalam konteks kasus Mulyana W Kusuma, dapat dinyatakan bahwatindakankedua belah pihak, pihak ketiga (auditor), maupun pihakpenerima kerja, yaitu KPU, sama-samatidak etis. Tidak etis seorang auditor melakukan komunikasi kepada pihak yang diperiksaatau pihak penerima kerja dengan mendasarkan pada imbalan sejumlah uang sebagaimanaterjadi pada kasus Mulyana W Kusuma,walaupun dengan tujuan „mulia‟, yaitu untuk mengungkapkan indikasi terjadinya korupsi di tubuh KPU.
Dari sudut pandang etika profesi,auditor tampak tidak bertanggungjawab, yaitu dengan menggunakan jebakan imbalan uang untuk menjalankan profesinya. Auditor juga tidak punya integritas ketika dalam benaknyasudah ada pemihakan pada salah satu pihak, yaitu pemberi kerja dengan berkesimpulan bahwa telah terjadi korupsi.Dari sisi independensi dan objektivitas, auditor BPK sangat pantasdiragukan. Berdasarkanpada prinsip hatihati, auditor BPK telah secara serampang menjalankan profesinya.Sebagai seorang auditor BPK seharusnya yang dilakukan adalah bahwa dengan standarteknik dan prosedur pemeriksaan, auditor BPK harus bisa secara cermat, objektif, dan benarmengungkapkan bagaimana aliran dana tersebut masuk ke KPU dan bagaimana dana tersebutdikeluarkan atau dibelanjakan.
Denganteknikdanprosedurjugatelahdiaturdalam profesi akuntan, pasti akan terungkap hal-hal negatif, termasuk dugaan korupsi kalaumemang terjadi.Tampak sekali bahwa auditor BPK tidak percaya terhadap kemampuan profesionalnya,sehingga dia menganggap untuk mengungkap kebenaran bisa dilakukan segala macam cara,termasuk cara-cara tidak etis, sekaligus tidak moralis sebagaimana telah terjadi, yaitu dengan jebakan.Dalam kasus ini kembali lagi kepada tanggung jawab moral seorang auditor di seluruhIndonesia, termasuk dari BPK harus sadar dan mempunyaikemampuanteknikbahwabetapa berat memegang amanah dari  rakyat untuk meyakinkan bahwa dana atau uang dari rakyatyang dikelola berbagai pihak telah digunakan sebagaimana mestinya secara benar, akuntabel,dan transparan, maka semakin lengkap usaha untuk memberantas korupsi di negeri ini.

PRINSIP-PRINSIP AKUNTAN PUBLIK
·         Prinsip Pertama Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
·         Prinsip Kedua Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
·         Prinsip Ketiga Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin
·         Prinsip Keempat Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
·         Prinsip Kelima Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
·         Prinsip Keenam Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hokum untuk mengungkapkannya
·         Prinsip Ketujuh Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi
·         Prinsip Kedelapan Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

SUMBER :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
2.http://khoriggo.blogspot.com/2012/11/pengertian-etika-profesi-akuntansi-dan.html
3.http://meyka.blogdetik.com/2013/11/26/delapan-prinsip-etika-akuntan-publik/
4. https://www.academia.edu/5861505/5_Kasus_Pelanggaran_Etika_Profesi      





SPECIFICATIONS SAMSUNG GALAXY MEGA ADVANTAGE AND DISADVANTAGE

The Specifications of SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527)
  • GSM 3G HSDPA for Broadband Data
  • Display LCD 6.3 inches wide
  • LCD resolution 720 x 1280 pixels
  • Samsung UI TouchWiz
  • Back Camera 8 MP, 3264 x 2448 pixels, autofocus, LED flash with Front Camera for video conference
  • Processor CPU Dual-core 1.7 GHz Krait with GPU
  • Power Li-Ion 3200 mAh battery
 Advantage : 
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) have wide LCD screen, in some usage for playing game or working display like open spreadsheet documents also better.  If you like to watch movie in SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) also good because the color is wonderful and the HD resolutions of 720 x 1280 pixels will make the picture become sharp and bright.
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) battery is big enough for dual-core processor because it already equip with Li-Ion 3200 mAh battery. Battery is very important advantage if we want to use Android, because as we know the small battery capacity will make us always connect the Android with powerbank backup battery or charger to make it not empty. One other think that is good from SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) battery is removable, we can change anytime we want for SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) battery.
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) internal memory can be choose from 16mb or 32mb or 64mb, but some marketing strategy from Samsung that country only get one or two internal memory type for SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527). However, we also can add more memory space as External memory which is ready in the back side of SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527), the external memory can be expand up to 64mb using microSD memory card.

Disadvantages
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) LCD size sometime can be advantage but for some user become disadvantage because we need to use two hands for use it properly, the LCD is one more step become 7 inches tablet.
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) body design is also disadvantage, because it use plastic material like other Samsung product, but maybe Samsung made this option to make the weight is light.
SAMSUNG GALAXY MEGA I9200 (SGH-i527) processor power disadvantage is only dual-core but thank you to make the speed become 1.7Ghz, so we still can run any downloaded applications without lag.

JOB APPLICATION LETTER

Nama : Arbi Budiantoro
Npm : 21211038
Kelas : 3EB22
Tugas : Bahasa Inggris Bisnis 2

To : hrd. PT Arita Bima Indonesia, Tbk
Subject : Job Application chief accounting

Top of Form


Bekasi, May 26, 2014
To Dear :
PT . ARITA BIMA INDONESIA , Tbk.

Assalamu'alaikum Wr . Wb,

Dear Sirs,

In accordance with the job information that I have seen the compass on the part of newspaper career at page 33 on April 26, 2014 for accounting positions at PT. ARITA BIMA INDONESIA Tbk

Based on your company's job openings that I read in the paper , I want to send a cover letter work for your company .
I know that PT. ARITA BIMA INDONESIA Tbk is a great company that is growing rapidly in the property development , with a focus on housing development , apartment , shopping center and hotel .

I want to apply for a job position at the head of the accounting firm you lead with the requirements already mentioned , that I named Izhar Ahmad Syahrani have graduated from GUNADARMA UNIVERSITY , majoring in ACCOUNTING in June 2011, and had been doing field work practice in the Department of Labor from January until July 2014 to August 2014 in the accounting department .

I believe that the experience I gained and the skills and work experience I can help and improve the execution of the work . And I believe the stock experience that I have gained will be able to work effectively in a team work desired koordanasi
As an illustration that I have a willingness to learn , get referrals , strong , motivated to work and also able to work under pressure . For that , I also attach a Curriculum Vitae ( CV ) for consideration . And I am ready at any time if it is needed to be interviewed .

Thus the cover letter I created this work , with the hope that the company can be received in the father / mother above his attention and I thank you .


Sincerely


arbi

Source :http://id.jobsdb.com/ID/ID/Search/JobAdSingleDetail?jobsIdList=200003001159163





MEMO

Nama : Arbi Budiantoro
Npm : 21211038
Kelas : 3EB22
Tugas : Bahasa Inggris Bisnis 2


PT JAYA ABADI
Jl.K.H.Noer Ali No.34

Bekasi, Indonesia

 


To : All Female Employees
From : Manager Personnel
Subject : Maternity Leave Provisions

Official Memo

For female employees who want maternity leave, allowed to take a period of leave that has been determined by submitting a written request to the personnel on leave.



PENALARAN INDUKTIF

Nama   : Arbi Budiantoro
Npm     : 21211038
Kelas   : 3eb22


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian

Induktif adalah  menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.

Jadi Penalaran Induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
Penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.

Contoh :
Kucing menyusui , kambing menyusui , anjing menyusui jadi mereka adalah hewan yang menyusui

Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.


Jenis – jenis Penalaran Induktif yaitu :

    1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.

Contoh :
Atlet lari mempunyai fisik yang kuat
Atlet renang mempunyai fisik yang kuat
Atlet bola mempunyai fisik yang kuat
Jadi , semua Atlet mempunyai fisik yang kuat

Macam – macam Generalisasi :
·         a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk

·         b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.

     
    2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
     
      Tujuan Analogi :
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
2. Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan
3. Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi

Contoh :
Para Atlet harus mempunyai fisik dan tenaga yang kuat untuk bisa memenangkan perlombaan,
Demikian juga dengan tentara harus mempunyai fisk dan tenaga yang kuat untuk melindungi masyarakat. Oleh karena itu untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan tenaga yang kuat.


    3. Hubungan Kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.

Macam – macam hubungan Kausal :
·         a. Sebab – Akibat :  Peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek dari peristiwa tersebut.
Contoh :
Jumlah sampah di sungai semakin bertambah , akibatnya banjir pun semakin parah.

·       b. Akibat – Sebab : Peristiwa yang dianggap sebagai akibat dari sebab peristiwa tersebut yang mungkin telah menimbulkan akibat.
Contoh :
Kebakaran yang melanda di daerah Jakarta disebabkan  karena konsleting arus pendek.

·      c. Akibat – Akibat : Akibat dari akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.
Contoh :
Rudi kemarin mengalami kecalakaan beruntun akibat dari kecelakaan kemarin dia mengalami luka yang serius.

 Sumber :


RESENSI BUKU

JUDUL BUKU :  SUSTER N (DENDAM SUSTER NGESOT)
PENULIS         :  Agung Bawantara
PENERBIT       :  GagasMedia
CETAKAN      :  Pertama, 2007
TEBAL             :  ii + 176 hlm; 11,5 x 19 cm
ISBN                :  979-780-175-6


Film ini bercerita mengenai Sarah yang baru mengetahui bahwa tidak semua perawat pada zaman pendudukan Belanda mengenakan pakaian serba putih. Hal tersebut terkuak dari foto-foto lama neneknya, Rose , pemilik panti jompo di hawa dingin sebuah puncak bukit di Tanah Pasundan.
Panti yang telah lama telantar itu dikenal sebagai Villa Rose dan kemudian diwariskan pada Sarah yang baru saja menikah dengan Jonathan . Pasangan pengantin baru itu berniat wiraswasta dengan menghidupkan kembali panti jompo itu, lengkap dengan segala memorabilia zaman Rose dahulu. Seorang perawat yang cantik, Wulan yang tinggal tak jauh dari Villa Rose, melamar menjadi penanggung jawab panti yang hendak dibuka tersebut. Wulan membawa serta para pembantu untuk mengurus vila dan seluruh penghuninya.
Masalah mulai mengemuka ketika Maya juga mendadak muncul di Villa Rose. Maya adalah adik Joe yang nyentrik dan misterius. Sarah mulai merasakan keganjilan-keganjilan namun tak ada orang lain yang merasakan hal serupa. Kematian adalah hal yang lumrah di sebuah panti jompo, bukan? Namun, benarkah demikian yang sebenarnya terjadi? Atau adakah sebuah rahasia kelam dari masa lalu yang menghantui kekinian Villa Rose? Serta N, inisial nama siapakah itu? Sarah bertekad mengungkap semuanya, karena ia harus berpacu dengan waktu, sebelum semuanya menjadi benar-benar terlambat.
Berbagai keanehan terus menghantui Sarah semenjak merombak villa lama milik neneknya menjadi panti jompo. Kematian demi kematian datang silih berganti. Sarah yakin, ada unsur yang mengahantui panti jompo itu. Di saat ia berusaha mencari tahu tiba- tiba ia  melihat seorang perempuan, dalam balutan seragam suster, mengesot di lantai yang dingin. Suara gesekan pakaian seragam dengan debu lantai terdengar seperti nada monoton yang mengerikan.
Namun, ketika ia berusaha menceritakan kejadian itu, tak ada seorang pun yang percaya. Tiba-tiba Sarah merasa sendirian, dikucilkan karena hanya dia saja yang menjadi saksi peristwia mistis itu. Belum habis kekhawatirannya, hadir seorang pelayan misterius yang memengaruhi pikirian selsi panti jompo itu. 
Terlalu banyak teka-teka di tempat itu. Sarah harus melakukan sesuatu sebelum dia tercatac sebagai korban berikutnya.
Mitos hantu suster ngesot yang berlokasi di Jawa Barat mengisahkan tentang Suster Norah, cucu seorang nyai (wanita pribumi yang menikah dengan pria Belanda) yang cantik dan bekerja sebagai perawat di sebuah panti jompo yang diperuntukkan bagi keturunan Belanda di Jawa Barat. Asal usul Norah yang setengah Belanda dan nenek Norah yang ditengarai mempunyai ilmu gaib dan barang-barang pusaka, salah satunya berupa gelang keramat yang dipercaya dapat membuatnya berada dalam dua alam yang berbeda. Atas alasan tersebut pertunangan Norah putus dengan pria Belanda.

Kemarahan dan ketidakberdayaan mengubah Norah menjadi sosok yang dingin dan kejam. Satu per satu ia membunuhi penghuni panti dengan berbagai cara. Norah juga merayu tunangan pemilik panti. Kedok Norah akhirnya terbongkar dan dihentikan dengan jalan memukul kaki Norah dengan tongkat hingga remuk dan tak berdaya.

PENALARAN DEDUKTIF

NAMA  : Arbi Budiantoro
NPM     : 21211038
KELAS : 3EB22

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Deduktif adalah metode berfikir yang berawal dari hal-hal umum dan kemudian dihubungkan kedalam bagian-bagian khusus (umum-khusus).
Jadi Penalaran Deduktif  adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum.

Jenis – Jenis Penalaran Deduktif :
·        Silogisme Kategorial adalah Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
·         Silogisme Hipotesis adalah Silogisme yang terdiri atas Premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
·         Silogisme Akternatif adalah Silogisme yang terdiri atas Premis mayor berupa proposisi alternatif.
·         Entimen  Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya Premis Minor dan simpulan.

Ada juga Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua, yaitu :
·         Penarikan Kesimpulan secara Langsung.
·         Penarikan Kesimpulan secara Tidak Langsung.

   1.      Penarikan Kesimpulan secara Langsung
Kesimpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu Premis.
Premis yaitu prosisi tempat menarik kesimpulan.

1. Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh: Semua tumbuhan membutuhkan sinar matahari. (premis)
               Sebagian yang membutuhkan sinar matahari adalah tumbuhan. (simpulan)

2. Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu-pun S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh: Semua senjata tajam berbahaya. (premis)
               Tidak satu-pun senjata tajam tidak berbahaya. (simpulan)

3. Tidak satu-pun S adalah P. (premis)
Semua S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh: Tidak satu-pun pria sama seperti wanita. (premis)
               Semua pria itu tak sama seperti wanita. (simpulan)

4.      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)
Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)

Contoh: Semua ikan adalah berenang. (premis)
               Tidak satu-pun ikan adalah tak berenang. (simpulan)
               Tidak satu-pun yang tak berenang adalah ikan. (simpulan)

    2.      Penarikan Kesimpulan secara Tidak Langsung
Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu:
1.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). 
Contohnya:
-          Semua hewan bernapas. (premis)
Kucing adalah hewan. (simpulan)
Jadi, kucing itu bernapas. (simpulan)


2.       Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contohnya :

-          Semua guru adalah orang cerdas
Andi adalah seorang guru.
Jadi, Andi adalah orang cerdas.

Jadi, dengan demikian Silogisme dapat dijadikan Entimen. Sebaliknya, Entimen   juga dapat dijadikan Silogisme.


SUMBER :